Sabtu, 30 April 2016

Pengertian Okupasi Terapi

Taraaaaa...back to my blog lagi yah setelah sekian lama vacum gara-gara sibuk sama kuliah. Oke to the point aja deh, untuk postingan kali ini aku bakal ngenalin nih tentang jurusan yg aku tempuh saat ini yaitu jurusan okupasi terapi :D

Definisi Okupasi Terapi :

1. Pengertian Terapi Okupasi Secara Umum:

Terapi okupasi adalah ilmu dan seni untuk mengarahkan seseorang partisipasi dalam melaksanakan suatu aktivitas/kegiatan/ pekerjaan terpilih yang telah ditentukan, terorganisir dan memiliki nilai, agar pasien/ anak dapat mengembangkan potensinya semaksimal mungkin.

2. Pengertian Terapi Okupasi Secara Medis:

Terapi okupasi adalah prosedur rehabilitasi yang di dalam aturan medis sebagai suatu upaya pemulihan/ penyembuhan atau pengobatan yang bertujuan untuk memperbaiki otot-otot secara fisik, pekerjaan membuat seseorang akanmenggerakkan seluruh otot tubuhnya, sehingga tubuhnya akan tetap sehat, mengurangi atau memperbaiki ketidaknormalan (kecacatan), serta memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya.

3. Pengertian Terapi Okupasi Secara Edukatif

Terapi okupasi adalah ilmu dan seni untuk mengarahkan pertisipasi seseorang dalam melaksanakan suatu tugas aktivitas/ kegiatan atau pekerjaan terpilih yang telah ditentukan dengan maksud mempermudah belajar fungsi dan keahlian yang dibutuhkan, dalam proses penyesuaian diri dengan lingkungannya dalam kehidupan sehari-hari, secara mandiri dan tidak tergantung pada pertolongan orang lain.

Prinsip Dasar :

Pasien tidak merasa dipaksa, tetapi memahami aktivitas/ kegiatan atau pekerjaan ini sebagai suatu kebutuhan dan akhir suatu keahlian yang dapat dijadikan bekal hidup. Pada terapi okupasi, pasien/ anak tidak sadar bahwa ia sedang melakukan aktivitas/ kegiatan atau pekerjaan untuk suatu tujuan, karena dilakukan dengan cara yang menyenangkan, bermain sambil belajar.

Ringkasan

Terapi okupasi pertama kali dikembangkan dan diterapkan oleh Philippine Pinel pada abad ke-19 di sebuah rumah sakit jiwa di Paris. Dengan pekerjaan, pasien penyakit jiwa akan dapat dikembalikan ke arah hidup yang normal, bahkan bisa kembali seperti sebelum sakit.
Adolf Meyer (1892), seorang psikiater di Amerika, melakukan upaya secara terstruktur dimana pasien neuro- psikiatrik diberikan aktivitas yang berguna ternyata menjadi dasar terapi okupasi.Meyer telah menyusun suatu dasar sistematis penggunaan aktivitas sebagai terapi.
Jadi, dengan pekerjaan maka seseorang akan dapat “menikmati hidup”, dimana pekerjaan dapat mengalihkan perhatian atau pikiran seseorang dari hal-halyang kurang menyenangkan, sehingga menjadi segar kembali untuk memikirkanhal-hal yang lain.
Dengan pekerjaan, seseorang juga akan memberi kontribusiterhadap struktur sosial dan ekonomi komunitasnya sehingga dia menjadi lebihnyaman berada ditengah-tengah komunitas itu dan akan memudahkan adaptasidengan lingkungannya. Secara fisik, pekerjaan membuat seseorang akanmenggerakkan seluruh otot tubuhnya, sehingga tubuhnya akan tetap sehat.
Dari semua hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa perkerjaan sangat bermanfaat bagi perkembangan fisik dan jiwa seseorang. Aktivitas yang dikerjakan tidak hanya sekedar membuat sibuk pasien, melainkan aktivitas fungsional yang mengandung efek terapetik dan bermanfaat bagi pasien. Artinya aktivitas yang dapat langsung diaplikasikan dalam kehidupannya sehari-hari.
Terapi Okupasi

Referensi:

Buchain P, Vizzotto ADB, Henna Netto J, Elkis H (2003) Randomised controlled trial of occupational therapy in patients with treatment resistant schizophrenia. Revista da Psiquiatria, 25(1), p26-30.
Occupational therapy practice framework: Domain and process, InAmerican Journal of Occupational Therapy, vol. 56(6), 2002; p609-639.
WFOT (World Federation of Occupational Therapists), 2012.
Townsend, E.A. & Polatajko, H. J. (2013). Enabling occupation II: Advancing an occupational therapy vision for health, well-being & justice through occupation, 2nd Ed.. Ottawa, ON: CAOT.
Willard and Spackman’s, Occupational Therapy by Barbara A. Boyt Schell, Glen Gillen, Marjorie Scaffa and Ellen Cohn (Feb 28, 2013)
Budiman A, Siahaan H B, Okupasi Terapi, Dalam Makalah Pelatihan TerapiKeluarga dan Terapi Relaksasi, Ciloto, 1993; hal. 1-9.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Template by Blogger Candy